25 November 2009

Hukum Perikatan

Posted by EndangMintorowati under: Uncategorized .

HUKUM PERIKATAN

Perikatan/Perutangan terjemahan dari Verbintenis

Verbinden = mengikat

Hubungan hukum ® ada hak dan kewajiban (prestasi)

Sumber Perikatan ¾ Ps. 1233 KUHPerdata

Prestasi Bentuk ¾ Ps. 1234 KUHPerdata

Prestasi ¾ Obyek Perikatan

Subyek Perikatan ¾ Debitur dan debiture

Perikatan diatur dalam Buku III KUHPerdata

Bagian Umum ¾ memuat peraturan yang berlaku bagi perikatan pada umumnya

Bagian Khusus ¾ memuat mengenai peraturan untuk perikatan khusus / benoemde overeenkomst / Perjanjian bernama

Pengaturan Hukum Perikatan

Bab I (Ps. 1233 s/d 1312) tentang perikatan-perikatan pada umumnya

Bab II (Ps. 1313 s/d 1352) tentang perikatan yang timbul dari perjanjian

Bab III (Ps. 1352 s/d 1380) tentang perikatan yang timbul dari undang-undang

Bab IV (Ps. 1381 s/d 1456) tentang hapusnya perikatan

Bab V s/d XVIII (Ps. 1457 s/d 1864) tentang perjanjian khusus / perjanjian bernama

Obyek Perikatan ® Prestasi (Ps. 1234)

dapat dinilai dengan uang

Peraturan Aanvullendrecht

(hukum pelengkap)

Pengaturan Open System

(sistem terbuka)

Asas-asas antara lain:

Kebebasan berkontrak Ps. 1338: 1

Pembatasan Ps. 1337

Asas konsensualisme Ps. 1320

Asas mengikat Ps. 1338: 1

Asas kepribadian Ps. 1315 dan Ps. 1340

Asas kepercayaan Ps. 1338: 1

Asas iktikad baik Ps. 1338: 3

* Haftung tanpa Schuld.

Kreditur ® Berhak atas prestasi

WANPRESTASI

Wanprestasi adalah prestasi yang tidak terpenuhi.

Ada dua alasan:

1. Karena kesalahan, kesengajaan, kekhilafan dari debitur ® Wanprestasi.

2. Karena keadaan memaksa ® Overmacht.

Ada empat bentuk wanprestasi:

1. Debitur tidak memenuhi prestasi sama sekali.

2. Debitur memenuhi prestasi tetapi tidak baik/keliru.

3. Debitur memenuhi prestasi tetapi tidak tepat waktunya (terlambat).

4. Prestasi yang bertentangan dengan apa yang ditentukan dalam perjanjian.

Dalam Wanprestasi tentu ada kelalaian/alpa,

Kesengajaan, ® cidera janji.

kesalahan

Sanksi dari wanprestasi:

1. Ganti Rugi

Biaya

Ganti Rugi Rugi

Bunga

Pembatasan Ganti Rugi: 1247

1248

1250

2. Pembatalan ® Ps. 1266 KUHPerdata

3. Peralihan risiko ® Ps. 1237: 2

4. Pembayaran ongkos perkara

Untuk terjadinya wanprestasi, kreditur dapat berupaya:

1. Tuntutan ganti rugi dan lain-lain.

2. Reele Executie (Eksekusi Nyata)

3. Parate Executie (Eksekusi Langsung)

Penetapan lalai diperlukan/tidak diperlukan:

Tidak diperlukan :

Tidak memenuhi prestasi sama sekali.

Prestasi berarti bagi kreditur jika dilaksanakan dalam waktu yang telah ditentukan (Ps. 1243 KUHPerdata)

Misal: Penjahit pakaian pengantin.

Debitur melanggar perikatan untuk tidak berbuat.

Dalam persetujuan sudah ditentukan adanya vervaal termijn.

Dalam pemenuhan prestasi yang tidak baik dan membawa akibat positif.

Contoh: Penyerahan kuda sakit menular pada kuda yang lain.

Diperlukan :

Tidak ada vervaal termijn.

Pemenuhan prestasi tidak baik menimbulkan akibat negatif.

* Pernyataan lalai disebut sommatie / somasi yaitu: surat teguran dari Pengadilan Negeri atau ingebreke steling yaitu: surat teguran dari kreditur tidak melalui Pengadilan Negeri.

Akibat wanprestasi ganti rugi berupa : Biaya, Kerugian, Bunga.

Kerugian : 1. Dapat diduga sepatutnya.

2. Sebagai akibat langsung dari wanprestasi.

Reele Executie atau Eksekusi Nyata

Syarat: Putusan Hakim memberi kuasa kepada kreditur mewujudkan sendiri prestasi yang menjadi haknya dan biaya ditanggung debitur ® Ps. 1241.

Parate Executie atau Esekusi langsung oleh kreditur tanpa melalui putusan hakim.

Kesulitan : Prestasi untuk memberi sesuatu.

Ps. 1246 ganti rugi terdiri dua hal:

1. Kerugian yang nyata-nyata diderita.

2. Keuntungan yang seharusnya diperoleh.

3. Biaya-biaya.

Overmacht/Force Majeure

Unsur-unsur Overmacht :

Tidak ada kesalahan/kelalaian debitur.

Adanya peristiwa/keadaan yang tidak dapat diketahui lebih dahulu.

Risiko ada pada masing-masing pihak/tidak beralih kepada debitur.

Teori Keadaan Memaksa : Subyektif dan Obyektif .

Teori Subyektif ® menyangkut pribadi/kemampuan debitur sendiri.

Vollmar menyebut “Relatieve Overmacht” .

Dasar ® Kesulitan-kesulitan debitur.

Teori Obyektif ® menyangkut kemampuan semua orang/semua debitur.

Vollmar menyebut “absolut overmacht”.

Dasar ® Kesulitan bagi semua debitur.

Sifat Keadaan Memaksa : tetap dan sementara

Tetap ® Misal : barang musnah

Sementara ® Misal : ada larangan

Risiko à keadaan overmacht

Perjanjian sepihak ditanggung kreditur à Ps 1245

Perjanjian timbal balik ditanggung masing-masing pihak à Ps 1545, 1553,

Beban pembuktian overmacht ada pada “debitur”

Macam-macam Perikatan

1. Perikatan murni – Perikatan bersyarat

(Condition) (Conditional obligation)

Syarat tangguh

Perikatan bersyarat

Syarat batal

2. Perikatan dengan ketetapan waktu –> tidak dapat ditagih sebelumm waktunya

3. Perikatan fakultatif

4. Perikatan tangung-menanggung aktif Ps 1278

Perikatan tangung-menanggung pasif Ps 1280

5. Perikatan dapat dibagi – perikatan tidak dapat dibagi

Perikatan dengan ancaman hukuman Ps 1304 à supaya debitur memenuhi prestasinya

6. Perikatan wajar à perikatan yang tidak disertai dengan sanksi hukum.

Pendapat sempit : sumber perikatan wajar adalah undang-undang à Ps 1766, Ps 1788 dan Ps 1967

Pendapat luas: dari undang-undang dan dari kesusilaan dan kepatutan

contoh:

memberi jaminan hari tua kepada pembantu karena kesetiaannya

Orang kaya memberi nafkah kepada yang miskin

Hapusnya Perikatan

1. Pembayaran : dapat uang atau barang yang dilakukan oleh debitur atau pihak penangung.

Penanggung menggantikan debitur, penggatian kedudukan debitur disebut subrogasi

2. Pembayaran à menolak

Debitur dapat menitipkan pembayaran ke Panitera Pengadilan Negeri untuk disimpan disebut konsinyasi.

Risiko atas barang dan uang pembayaran dan segala biaya penyimpanan menjadi tanggung jawab kreditur .

3. Pembaharuan hutang/novasi:

novasi obyektif aktif

novasi subyektif pasif

4. Perjumpaan hutang/perhitungan hutang/compensation

Syarat terjadinya Ps 1427

Semua hutang dapat diperjumpakan kecuali yang disebut dalam Ps 1429

5. Percampuran hutang à kreditur dan debitur satu tangan –Ps 1436 dan perhatikan Ps 1437

Pembebasan hutang à karena debitur dengan tegas melepaskan haknya atas pemenuhan prestasi.

Syarat: Ps 1438 dan 1439

6. Musnahnya barang yang terhutang tetapi diluar kesalahan debitur

Debitur yang menguasai dengan iktikad jelek à mencuri, maka musnahnya barang tidak membebaskan debitur untuk menganti barang yang musnah atau hilang. à Ps 1444 dan 1445

7. Pembatalan

Ps. 1466 tertulis batal demi hukum tetapi artinya dapat dibatalkan/atau batal demi hukum

8. Daluwarsa / Verjaring

(Extinctieve Verjaring – Ps 1967)

Pembelaan Debitur yang dituduh wanprestasi:

1. Mengajukan alasan adanya overmacht/force majeur

2. Mengajukan “exeptio non adimpleti contractus”/artinya bahwa kreditur juga telah lalai.

3. Pelepasan hak/rechts verwerking ® Pelepasan hak dari kreditur untuk menuntut ganti rugi.

Perlindungan terhadap kreditur menghadapi wanprestasi:

1. Actio pauliana ® 1341 KUHPerdata, kecuali dalam hal kepailitan.

2. Eksekusi riil.

3. Parate eksekusi.

4. Penggantian kerugian.

Syarat berdasar 1341:

1. Ditujukan tindakan hukum.

2. Tindakan hukum sukarela.

3. Harus merugikan kreditur.

Zaakwaarneming/Perwakilan Sukarela – Ps. 1354 KUHPerdata (Wakil tanpa Kuasa/Penyelenggaraan Kepentingan)

Unsur-unsur:

1. Perbuatan tanpa Kuasa.

2. Dilakukan dengan sukarela.

3. Mewakili urusan/kepentingan orang lain.

4. Dengan atau tanpa pengetahuan orang lain.

5. Wajib meneruskan dan menyelesaikan urusan itu.

6. Bertindak menurut hukum.

Kewajiban yang mewakili:

Mengurus kepentingan sampai selesai dan memberikan pertanggungan jawab.

Hak wakil sukarela

Mendapat penggantian biaya/pengeluaran tetapi tidak berhak atas upah/imbal jasa.

Apabila belum mendapat penggantian biaya berhak menahan benda-benda yang diurusnya (hak retensi).

Kewajiban yang diwakili

· Mengganti biaya/kerugian

· Berhak minta pertanggungan jawab

Onrechtmatige daad – Perbuatan Melawan Hukum

Ps. 1365 KUHPerdata

Melawan Hukum ® Perbuatan melanggar hak subyektif orang lain atau bertentangan dengan kewajiban hukum dari si pembuat yang telah diatur dalam UU.

Ajaran Legisme: Tidak ada hukum di luar Undang-Undang.

Melanggar hukum = Melanggar Undang-Undang ® Tafsiran Sempit.

Putusan HGH 31 Januari 1919 ® Tafsiran Luas

Melawan hukum: Berbuat atau tindak berbuat yang melanggar hak orang lain, bertentangan dengan kewajiban hukum atau bertentangan dengan kesusilaan atau sikap hati-hati sebagaimana patutnya dalam lalu-lintas masyarakat terhadap diri atau barang orang lain.

“Kesalahan” ® Ukuran subyektif orang dapat mengira-irakan perbuatan dilakukan/tidak dilakukan.

Ukuran obyektif ® orang tersebut dapat dipertanggungjawabkan: Sehat akal, sudah dewasa, tidak di bawah pengampuan.

Kesalahan dapat ditiadakan karena keadaan memaksa ® penyelamatan diri, membela diri.

Perbuatan melawan hukum mengakibatkan kerugian: materiil dan idiil.

Pihak yang dirugikan berhak menuntut ganti rugi.

Perbuatan melawan hukum « Kerugian

Ada 2 teori:

1. Conditio Sine quanon (Von Buri)

Akibat/kerugian karena beberapa fakta. Di sini semua sebab atau peristiwa/fakta mempunyai kedudukan sama.

2. Adequate Veroorzaking (Von Kries)

Pembuat hanya bertanggung jawab untuk kerugian yang selayaknya dapat diperhitungkan dari perbuatan melawan hukum.

Perikatan Dari Perjanjian

Persetujuan : Ps. 1313 KUHPerdata.

Kata perbuatan terlalu luas.

Menggambarkan perjanjian sepihak.

Pengertian terlalu luas.

Tanpa menyebut tujuan.

Persetujuan sumber perikatan harus ada unsur:

Pihak sedikitnya dua orang.

Persetujuan antara pihak-pihak.

Tujuan yang akan dicapai.

Prestasi yang akan dilaksanakan.

Bentuk tertentu.

Syarat tertentu sebagai isi perjanjian.

Sifat pengaturan dari Hukum perjanjian bersifat terbuka artinya:

Dapat/boleh mengadakan perjanjian yang isinya/obyeknya apa saja, baik yang sudah ada maupun yang belum diatur dalam KUHPerdata.

Sifat “peraturannya” sebagai hukum pelengkap/hukum yang mengatur terjemahan dari “Regelenrecht” atau “aanvullenrecht ”.

Lain dengan sifat “dwingendrecht” yaitu sebagai “hukum pemaksa” .

Asas-asas dalam Hukum Perjanjian

Asas Kebebasan Berkontrak : Ps. 1338: 1 KUHPerdata.

Asas Konsensualisme : 1320 KUHPerdata.

Asas Kepribadian : 1315 dan 1340 KUHPerdata.

· Pengecualian: 1792 KUHPerdata

1317 KUHPerdata

· Perluasannya yaitu Ps. 1318 KUHPerdata.

Asas Pacta Suntservanda ® asas kepastian hukum: 1338: 1 KUHPerdata.


* Unsur-Unsur Perjanjian *

Unsur Essensialia ® Unsur pokok dalam arti “harus ada ”.

Unsur Naturalia ® UU mengatur tetapi dapat disimpaingi (1476 KUHPerdata dan 1491).

Unsur accidentalia ® Unsur perjanjian yang ditambahkan, karena UU tidak mengatur.

* Syarat-Syarat Perjanjian *

Ps. 1320 KUHPerdata

1. Sepakat

2. Kecakapan

3. Suatu hal tertentu

4. Suatu sebab yang halal

· Sepakat = Kesesuaian Kehendak

Pernyataan tidak selalu sesuai dengan kehendak

Ada 3 teori:

1. Teori Kehendak (Wilstheori)

2. Teori Pernyataan (Verklaringst)

3. Teori Kepercayaan (Vertrouwenst)

CACAT KEMAUAN

atau

CACAT KEHENDAK

1. Paksaan (dwang)

Pengertian adalah paksaan jiwa (psychis) bukan paksaan badan (physik).

2. Kekhilafan (dwaling)

Teori obyektif

Dasarnya: Ukuran umum/masyarakat mengenai hakekat/ unsur essensiilnya.

Teori subyektif

Dasarnya: Mengenai hakekat/unsur essensiilnya ditentukan oleh para pihak.

Pertimbangan untuk menentukan adanya kesesatan yang dapat menjadi alasan dimintakan pembatalan yaitu:

· Pihak yang sesat dapat diterima secara layak bahwa dapat mempunyai gambaran yang keliru tentang sifat hakekat obyek perjanjian.

· Kewaspadaan dan kecerobohan pihak yang merasa tersesat.

* Bila ceroboh dan tidak waspada kesesatan tak dapat menjadi dasar pembatalan perjanjian

3. Penipuan (bedrog)

ada tipu muslihat ® barangnya

ada bujuk rayu

* harus ada serangkaian kebohongan.

4. Penyalahgunaan Keadaan (Misbruik van de Omstandigheden) ® dihubungkan dengan “Kesepakatan pada saat terjadinya perjanjian tetapi juga dapat dihubungkan dengan isinya perjanjian.

Faktor-faktor penyebab:

Misal: Faktor ekonomi ® Perjanjian Riba

Faktor hubungan kerja

Faktor Keadaan ® pasien yang membutuhkan pertolongan dokter

Penyalahgunaan keadaan erat hubungan dengan “Exoneratie clausul ” artinya:

Pelepasan tanggung jawab, misal: penyimpangan Ps. 1491 KUHPerdata

· Penanggungan terhadap cacat tersembunyi.

Tentang Kecakapan dalam membuat perjanjian harus dibedakan antara “Ketidakcakapan ” dan “Ketidakwenangan ”.

I. Bandingkan : Ps. 1330: 1 – 2

Ps. 1330: 3

Anak yang belum dewasa dan orang di bawah pengampuan “tidak cakap”, tetapi untuk seorang isteri dalam Undang-Undang memberikan gambaran bahwa diatur tentang “Ketidakwenangan”.

Ternyata: SE. MA No. 3 Tahun 1963 menetapkan, Ps. 108 dan 110 KUHPerdata supaya tidak berlaku lagi.

Di Negeri Belanda Ketidakcakapan isteri dihapus dengan UU, 14 Juni 1956.

Di Indonesia: UU No. 1 Tahun 1974

Ps. 31 Sub 2 ® menyatakan bahwa isteri wenang

Ps. 35 Sub 2 melakukan perbuatan hukum

II. UU menyatakan orang tertentu tidak wenang melakukan tindakan hukum tertentu: – Ps. 1640; Ps. 1467; Ps. 1468; Ps. 1469; Ps. 1470

* Dalam pasal-pasal tersebut sebenarnya orang-orang yang disebut adalah “orang yang cakap ” melakukan perbuatan hukum tetapi oleh Undang-Undang dinyatakan “tidak wenang ”.

* Ketentuan mengenai ketidakcakapan untuk melindungi kepentingan “Si tidak cakap ”.

* Selama “Si tidak cakap” ® dapat orang tua, wali, curatornya tidak merasakan kerugian, maka perjanjian itu berlaku penuh .

* Ketentuan mengenai ketidakwenangan untuk melindungi :

pihak lawan janji

pihak ketiga atau

kepentingan umum

Oleh karenanya: perjanjian yang dibuat oleh orang yang tidak berwenang pada asasnya batal demi hukum .

* Kecakapan

Ps. 1329 KUHPerdata, perkecualiannya 1330 KUHPerdata ® hubungan dengan 330 KUHPerdata.


* Suatu hal tertentu

Pengertiannya: benda-benda yang menjadi obyek perjanjian ® 1333 dhubungkan dengan Ps. 1334: 1 KUHPerdata.

Batasan obyek/barang yang boleh menjadi pokok persetujuan adalah: Ps. 1332 KUHPerdata.

Perhatian: Ps. 1334: 2 KUHPerdata.

* Sebab yang halal/kausa yang halal

Pengertiannya penjelasan contractio ada pada Ps. 1337 KUHPerdata

Tak bertentangan dengan UU

Tak bertentangan dengan Kesusilaan

Tak bertentangan dengan Ketertiban Umum

Syarat Subyektif

Syarat-syarat Perjanjian

Syarat Obyektif

Tak memenuhi syarat subyektif ® dapat dibatalkan

(Vernietigbaar)

Tak memenuhi syarat obyektif ® batal demi hukum (nietig)

Perjanjian yang memenuhi Ps. 1320 mempunyai akibat hukum.

Berlaku sebagai UU bagi mereka yang membuatnya.

Tak dapat ditarik kembali secara sepihak.

Pelaksanaannya dengan iktikad baik.

businessmails.biz best way to earn money

830 Comments so far...

Scott Says:

11 February 2015 at 9:47 am.

.

tnx….

Hugh Says:

11 February 2015 at 9:54 am.

.

ñïàñèáî çà èíôó!!…

Lewis Says:

11 February 2015 at 11:47 am.

.

ñýíêñ çà èíôó….

Alex Says:

11 February 2015 at 3:46 pm.

.

tnx for info!!…

russell Says:

12 February 2015 at 1:48 am.

.

ñïàñèáî çà èíôó….

Arthur Says:

12 February 2015 at 4:47 am.

.

good….

Louis Says:

12 February 2015 at 11:45 am.

.

ñýíêñ çà èíôó!…

bill Says:

12 February 2015 at 12:22 pm.

.

áëàãîäàðþ….

Jim Says:

12 February 2015 at 12:57 pm.

.

tnx!…

Luke Says:

12 February 2015 at 1:30 pm.

.

ñïñ….

Jacob Says:

12 February 2015 at 2:03 pm.

.

ñïàñèáî çà èíôó!…

phillip Says:

12 February 2015 at 5:32 pm.

.

ñïàñèáî!…

Ted Says:

12 February 2015 at 6:33 pm.

.

ñïñ!!…

Greg Says:

12 February 2015 at 8:42 pm.

.

good!…

clyde Says:

12 February 2015 at 9:15 pm.

.

ñïñ!…

oscar Says:

12 February 2015 at 9:55 pm.

.

thanks for information….

Jessie Says:

13 February 2015 at 3:19 am.

.

good info….

morris Says:

13 February 2015 at 7:00 am.

.

ñïàñèáî çà èíôó!!…

troy Says:

13 February 2015 at 8:21 am.

.

ñïàñèáî!!…

perry Says:

13 February 2015 at 4:44 pm.

.

tnx for info….

Francis Says:

13 February 2015 at 5:39 pm.

.

hello!!…

Greg Says:

13 February 2015 at 7:17 pm.

.

ñïñ!…

Everett Says:

13 February 2015 at 9:15 pm.

.

thanks for information!!…

Gene Says:

13 February 2015 at 9:45 pm.

.

ñïñ çà èíôó!!…

richard Says:

13 February 2015 at 11:39 pm.

.

ñýíêñ çà èíôó….

Craig Says:

14 February 2015 at 1:03 am.

.

ñïñ!…

victor Says:

14 February 2015 at 1:43 am.

.

ñïàñèáî!…

nathaniel Says:

14 February 2015 at 5:22 am.

.

good….

sidney Says:

14 February 2015 at 7:19 am.

.

good….

William Says:

14 February 2015 at 1:14 pm.

.

thanks for information!…

Leave a Reply

Browse

Calendar

November 2009
M T W T F S S
« Aug    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Categories

Links